Manfaat dan Khasiat Tanaman Kembang Sepatu

2:37 AM

Manfa'at dan Khasiat Tanaman Kembang Sepatu
Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis)
Manfaat Tanaman Herbal pada kesempatan ini akan mengupas lebih dalam tentang manfaat dan khasiat tanaman kembang sepatu.. Sekilas Tumbuhan Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis) biasa kita jumpai sebagai tanaman hias karena bunganya yang indah dan beraneka ragam warna. Kenapa disebut Kembang Sepatu? karena bunganya biasa digunakan sebagai pewarna kain dan digunakan untuk menggosok sepatu agar terlihat lebih mengkilap.




Ciri fisik Tanaman Kembang Sepatu:
  • Merupakan Perdu yang tumbuh tegak dengan banyak cabang.
  • Tumbuh dari dataran rendah juga pegunungan dengan tinggi sekitar 1-4 m.
  • Pengembangbiakan tanaman kembang sepatu ini dengan setek.
  • Bunga Tunggal yang keluar dari ketiak daun, dengan bunga sedikit menggantung. 
  • kembang sepatu memiliki varian warna yaitu merah, putih, kuning, orange, dll dengan tangkai bunga beruas.
  • Daun tanaman kembang sepatu tunggal, berbentuk oval dengan tepi daun bergerigi kasar dengan ujung meruncing dan dengan tulang daun yang menjari.
  • Panjang daun sekitar 3,5 cm-9,5 cm dengan lebar 2 cm-6 cm dengan daun penumpu yang berbentuk garis dan tangkai dengan panjang 1-3,7 cm.
Klasifikasi Tanaman Kembang Sepatu:
  • Familia: Malvaceae
  • Bagian yang dipakai: Daun dan bunga
  • Kandungan kimia: Bunga mengandung hibisetin, lender, zat pahit, dan cynidin diglucosid. Sedangkan daun mengandung taraxeryl acent.
  • Sifat kimiawi: rasa manis dan netral.
  • Efek farmakologis: antiradang (antiinflamasi), peluruh kemih (diuretik), antiviral, peluruh dahak (ekspektorant), menormalkan siklus haid (regulates menstruation). 
  • Nama asing: antolangan, gumamela, rose de chine (P), hibiscus, shoe flower (I), Fu sang (T), gomamela, tapolang (F), chinesische rose (J), chinarose, bunga raya (M).
  • Nama daerah
  1. Jawa: kembang sepatu, uribang (Jakarta), wora wori (Jawa), bunga rebhang (Madura), kembang wera (Sunda), mandhaleka.
  2. Sumatra: bunga-bunga (Batak), bakeyun (Mentawai), bunga raya (Melayu), soma-soma (Nias), dan bungong raya (Aceh).
  3. Papua: gerasa, kando, dan dioh.
  4. Maluku: huahualo (Seram Selatan), ubo-ubo (Halmahera Utara), dan fua-fua (Seram Barat).
  5. Nusa tenggara: pucuk, bunga capatu (Timor), dan waribang (Bali).
  6. Sulawesi: embuhanga, wuhanga, buhanga, palangan, kuyanga, kuranga (Sulawesi Utara), bunga bisu (Bugis), bunga capatu (Makasar), ulango (Gorontalo), amburaga (Talaud), dan hembuangeng (Sangir).
Cara Pemakaian:
1. Pemakaian Dalam:
  1. Gondongan (Parotitis): Siapkan 30 gr bunga/ daun kembang sepatu yang masih segar lalu direbus dengan menambahkan air sebanyak 400 cc hingga tersisa 200 cc, saring lalu diminum airnya selagi masih hangat.
  2. Mimisan (Epistaxis): Sediakan 30 kuntum bunga kembang sepatu yang telah kering direbus dengan menambahkan air sebanyak 500 cc sampai tersisa 200 cc, saring lalu diminum airnya selagi masih hangat.
  3. Batuk berlendir dan berdarah: Siapkan 2 kuntum bunga kembang sepatu, diremas lalu direbus dengan menggunakan 400 cc air, didiamkan semalaman, lalu esoknya + madu secukupnya. diminum pagi hari sebelum makan.
  4. Air kemih yang mengandung nanah (Gonorrhea): Sediakan 6 kuntum bunga kembang sepatu + 15 gr sambiloto (Andrographis paniculata), kedua bahan dicuci sampai bersih lalu direbus dengan menggunakan 600 cc air sampai tersisa 300 cc, saring lalu + madu secukupnya, diminum 3 x sehari @ 100 cc.
  5. Infeksi saluran kemih: Siapkan bahan-bahan berikut; 15 gr akar kembang sepatu + 25 gr meniran (Phyllanthus urinaria) + 30 gr sambiloto (Andrographis paniculata). Semua bahan direbus dengan menambahkan 600 cc air sampai tersisa 300 cc, saring lalu diminum airnya selagi masih hangat.
  6. Sariawan (Aphthae): Siapkan 30 gr daun kembang sepatu diseduh dengan air yang mendidih. Tunggu selama 15 menit, saring lalu diminum airnya selagi masih hangat. Lakukan 2x sehari.
  7. Tuberkulosa (TBC): Sediakan bahan-bahan berikut; 3 Kuntum bunga kembang sepatu + 30 gr krokot (Portulaca oleracea). Kedua bahan dicuci sampai bersih, lalu ditumbuk sampai halus kemudian + 100 cc air + 1 sdm madu. Saring lalu diminum airnya selagi masih hangat, lakukan 3 x sehari.
  8. Demam karena malaria: Sediakan 50 gr daun kembang sepatu + 1/2 lembar daun pepaya (Carica papaya) + 10 gr garam inggris (Sulfas magnesicus), semua bahan direbus dengan 0,5 liter air. Setelah mendidih angkat, saring lalu diminum selagi masih hangat.
  9. Radang usus (Enteritis): Siapkan 25 gr kembang sepatu + 50 gr sambiloto (Andrographis paniculata), kedua bahan direbus dengan menggunakan 600 cc air sampai tersisa 300 cc, saring lalu diminum airnya selagi masih hangat.
  10. Melancarkan haid yang tidak teratur (Irregular menstruation): Sediakan 3 kuntum bunga kembang sepatu, cuci hingga bersih lalu tumbuk hingga halus + 150 cc air + cuka beras putih, saring lalu diminum airnya selagi masih hangat. Lakukan 2-3 kali sehari.
  11. Keputihan (Leucorrhea): Sediakan bahan-bahan berikut; 15 gr bunga kembang sepatu + 15 gr jengger ayam (Celosia cristata) + 30 gr kulit delima segar (Punica granatum), semua bahan direbus dengan menggunakan 500 cc air sampai tersisa 200 cc air, saring lalu diminum airnya selagi masih hangat.
  12. Batuk rejan (Pertusis) dan radang saluran napas (Bronchitis): Sediakan 2 kuntum bunga kembang sepatu dicuci lalu ditumbuk hingga halus, tambahkan 100 cc air + sedikit garam, peras, saring lalu diminum 2x sehari.
2. Pemakaian Luar
  • Bisul (furunculus): bunga kembang sepatu + tanaman pacar air (Impatiens balsamina) , giling sampai halus lalu + Jus lidah buaya (Aloe vera) + norit secukupnya, kemudian tempelkan pada bagian yang sakit.
  • Bisul  di kepala anak: Siapkan bunga kembang sepatu secukupnya, ditumbuk hingga halus, lalu + jus lidah buaya (Aloe vera), kemudian tempelkan campuran bahan tersebut pada kepala anak.
  • Gondongan (Parotitis): Siapkan bunga/ daun kembang sepatu secukupnya + tumbuhan waru landak (Hibicus mutabilis) seukupnya. Kedua bahan dihaluskan, kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit.
Catatan:
  • Wanita yang sedang hamil dilarang meminum rebusan dari tanaman kembang sepatu ini.
  • Untuk penyakit berat, sebaiknya tetap konsultasikan ke dokter
  • Setiap pengobatan dilakukan secara teratur.
Terima kasih telah membaca artikel ini, setiap penyakit insya Allah ada obatnya, asal kita mau berikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan.  Semoga bermanfa'at...

You Might Also Like

0 comments

Please enable / Bitte aktiviere JavaScript!
Veuillez activer / Por favor activa el Javascript![ ? ]